Interior Mlinjo Cafe & Resto dengan kain batik dan lampu kuningan

About Mlinjo

Menjaga rasa pesisir Pekalongan tetap hidup.

Nama MLINJO berarti 'Menu Lezat INdonesia ala JOwo' — filosofi yang kami pegang sejak 2015. Mlinjo Cafe & Resto hadir dengan semangat melestarikan kekayaan kuliner tradisional Indonesia, mengangkat Megono, hidangan khas Pekalongan, sebagai menu andalan.

Setiap pagi dapur kami memulai hari dengan mencacah nangka muda, memarut kelapa segar, dan meracik kecombrang — proses yang sama seperti yang dilakukan nenek kami di Pekalongan puluhan tahun lalu. Kami menolak jalan pintas: tidak ada bumbu instan, tidak ada rasa yang dikompromikan demi kecepatan.

Bagi kami, melestarikan kuliner bukan sekadar menyajikan makanan, tetapi merawat ingatan. Banyak tamu datang karena mencari rasa masa kecil yang sulit ditemukan di kota besar, dan itulah alasan Mlinjo terus berdiri — agar warisan rasa ini punya rumah di Jakarta, Semarang, dan PIK 2.

Pekalongan sendiri dikenal sebagai Kota Batik, dan bagi kami, megono adalah “batik versi rasa” — disusun lapis demi lapis dari nangka muda, kelapa parut, dan kecombrang.

Proses memasak di dapur Mlinjo

Konsistensi rasa 10+ tahun

Halal Certified

Resep keluarga

Perjalanan Kami

  1. Foto suasana Tomang, Jakarta Barat
    01

    2015

    Tomang, Jakarta Barat

    Mlinjo pertama dibuka di Jl. Kemuning, membawa megono Pekalongan ke ibu kota.

  2. Foto suasana Semarang
    02

    2022

    Semarang

    Cabang kedua hadir di Pleburan, mendekatkan rasa pesisir ke Jawa Tengah.

  3. Foto suasana PIK 2, Tangerang
    03

    2026

    PIK 2, Tangerang

    Rumah terbaru di Entertainment District PIK 2 dengan private room untuk acara.

Suasana hangat meja makan Mlinjo

TERUS MELANGKAH

Datang, dan Rasakan Sendiri.

Cerita kami paling lengkap saat Anda duduk di meja kami. Reservasi sekarang, atau jelajahi menu lengkap tiap cabang.